The 5-Second Trick For 10 berkat tuhan
The 5-Second Trick For 10 berkat tuhan
Blog Article
Bawalah seluruh persembahan sepersepuluh kamu ke dalam perbendaharaan, supaya ada makanan di Bait-Ku. Kemudian ujilah Aku dalam hal ini,” firman TUHAN alam semesta, “adakah Aku tidak membuka bagimu tingkap-tingkap di langit dan mencurahkan berkat kepadamu sampai tiada tempat yang memadai menampungnya.
Harta yang kita miliki tak lain hanyalah titipan dari Allah swt. yang suatu saat nanti akan dimintai pertanggung jawabannya. Dengan demikian, tentunya kita harus mengambil manfaat dan pahala sebanyak-banyaknya dari harta tersebut agar kelak menjadi penyelamat kita di akhirat.
عَنْ أَبِى ذَرٍّ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَيْضًا أَنَّ نَاسًا مِنْ أَصْحَابِ رَسُوْلِ اللهِ -صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ- قَالُوا لِلنَّبِىِّ -صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ- يَا رَسُولَ اللَّهِ ذَهَبَ أَهْلُ الدُّثُورِ بِالأُجُورِ يُصَلُّونَ كَمَا نُصَلِّى وَيَصُومُونَ كَمَا نَصُومُ وَيَتَصَدَّقُونَ بِفُضُولِ أَمْوَالِهِمْ. قَالَ « أَوَلَيْسَ قَدْ جَعَلَ اللَّهُ لَكُمْ مَا تَصَّدَّقُونَ إِنَّ بِكُلِّ تَسْبِيحَةٍ صَدَقَةً وَكُلِّ تَكْبِيرَةٍ صَدَقَةً وَكُلِّ تَحْمِيدَةٍ صَدَقَةً وَكُلِّ تَهْلِيلَةٍ صَدَقَةً وَأَمْرٌ بِالْمَعْرُوفِ صَدَقَةٌ وَنَهْىٌ عَنْ مُنْكَرٍ صَدَقَةٌ وَفِى بُضْعِ أَحَدِكُمْ صَدَقَةٌ ».
وَمَا يَنْطِقُ عَنِ الْهَوَى . إِنْ هُوَ إِلَّا وَحْيٌ يُوحَى
Jumhur (mayoritas) ulama berpandangan bahwa tidak hanya sekadar melakukan hubungan intim (dengan syahwat) mendapatkan pahala namun harus disertai dengan niat ingin meraih pahala dan mendekatkan diri kepada siapakah sumber utama berkat dalam kehidupan ini Allah karena “
يَدُ اللَّهِ مَلْأَى لَا يَغِيضُهَا نَفَقَةٌ، سَحَّاءُ اللَّيْلَ وَالنَّهَارَ
Dan hari ini Anda dan saya dapat belajar Allah masih bekerja di masa fashionable saat ini, untuk dikenal melalui Injil yang menjadi pusat dari tindakan setiap kita sebagai seorang Kristen sejati.
Membiasakan Diri Untuk Bersedekah – Kita semua mungkin mengetahui bahwa ketika seorang mukmin meniatkan sesuatu yang baik, akan tetapi tidak mampu melaksanakannya maka hal tersebut akan dicatat sebagai kebaikan baginya.
Kedua: Para sahabat menggunakan harta mereka dalam hal kebaikan di dunia dan di akhirat, yaitu dengan bersedekah.
Mensyukuri berkat pekerjaan dapat dilakukan dengan bekerja keras dan memberikan yang terbaik dalam pekerjaan kita, serta menghargai kesempatan dan kemampuan yang telah Tuhan berikan.
“…Aku akan menaruh belas kasihan kepada siapa Aku mau menaruh belas kasihan dan Aku akan bermurah hati kepada siapa Aku mau bermurah hati. Jadi hal itu tidak tergantung pada kehendak orang atau usaha orang, tetapi kepada kemurahan hati Allah.” (Roma nine:15-sixteen).
Dengan demikian, bersedekah tidak hanya memberikan manfaat finansial tetapi juga kesehatan mental yang lebih baik.
Selain itu, bersedekah adalah salah satu cara kita untuk menjadi pribadi yang lebih bermanfaat bagi orang lain. Dengan memberikan sebagian harta yang kita miliki, kita membantu meringankan beban saudara-saudara kita yang membutuhkan.
Dalilnya kenapa ada syarat kedua adalah hadits di mana ada seseorang pada waktu shalat Jumat masuk masjid sedangkan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sedang berkhutbah, ia langsung duduk, lalu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya padanya, “Apakah Anda sudah shalat?” Ia menjawab, “Belum.
Report this page